Dari Ruang Kelas ke Panggung Kemerdekaan: Kisah Inspiratif Shane Ronferat Turangan

banner 468x60

NET23.NEWS – Suasana halaman Rumah Dinas Gubernur Gorontalo pada Minggu (17/8/2025) dipenuhi ribuan orang. Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat. Namun di balik kemeriahan itu, ada kisah istimewa dari seorang remaja yang baru pertama kali menjejakkan kakinya di panggung kehormatan.

Ia adalah Shane Ronferat Turangan, siswa SMA Negeri 1 Kota Gorontalo. Dengan jemari lincah, Shane memainkan piano yang menjadi pengiring lagu-lagu perjuangan dan hiburan rakyat. Sosoknya mungkin asing bagi banyak orang, tapi alunan musiknya membuat suasana peringatan hari bersejarah itu semakin semarak.

Awal Mula: Rasa Takut dan Grogi

Shane bercerita, awalnya ia hanya diajak gurunya untuk bergabung bersama Hulonthalo String Orchestra. Ajakan itu datang tiba-tiba, tanpa banyak persiapan. “Awalnya saya takut, takut salah, apalagi ini acara nasional. Grogi juga, karena saya merasa masih sangat muda,” tutur Shane.

Namun, ia memberanikan diri menerima tantangan itu. Dalam waktu dua minggu, ia belajar membaca not, menyesuaikan tempo, dan berlatih bersama anggota orkestra lainnya. “Saya bersyukur karena bisa melewati semuanya. Ini pengalaman pertama yang sangat berharga,” ucapnya.

Kepercayaan yang Berbuah Manis

Ketua Hulonthalo String Orchestra, Vita Alfanikmah, mengungkapkan alasan di balik perekrutan Shane. “Kami butuh pianis yang bisa cepat menyesuaikan diri. Shane itu mudah diarahkan, punya bakat kuat, dan hasilnya memuaskan,” jelas Vita.

Meski baru pertama kali tampil bersama orkestra, Shane mampu membuktikan diri. “Kalau Shane bersedia, tentu kami dengan senang hati akan mengajaknya lagi di event-event berikutnya,” tambahnya.

Pesan untuk Generasi Muda

Kisah Shane menjadi bukti bahwa kesempatan besar bisa datang kepada siapa saja yang berani mencoba. “Jangan takut melangkah. Walaupun awalnya grogi, kalau kita berusaha dan percaya diri, hasilnya akan membanggakan,” pesannya kepada generasi muda.

Panitia pelaksana menilai kehadiran Shane membawa nuansa baru dalam peringatan kemerdekaan. “Ini kebanggaan, karena anak-anak muda diberi ruang untuk tampil di panggung kehormatan. Semoga ke depan semakin banyak generasi muda yang terlibat,” ujar salah satu panitia.

HUT RI yang Berkesan

HUT RI ke-80 di Gorontalo bukan hanya soal prosesi upacara dan meriahnya hiburan rakyat, melainkan juga tentang harapan baru. Harapan agar generasi muda terus diberi ruang untuk berkreasi, mengasah kemampuan, dan berkontribusi bagi bangsa.

Bagi Shane Ronferat Turangan, pengalaman ini akan selalu dikenang sebagai momen bersejarah. Dari rasa takut, ia akhirnya berdiri tegak di panggung kemerdekaan—membawa pesan sederhana: bahwa keberanian adalah kunci untuk membuka pintu kesempatan.

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *